TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN

Studi Kasus Gabungan Kelompok Tani Sinar Hala, Desa Lewohala, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur

Authors

  • Desi Ferderika Nalle Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Kupang. Indonesia Author
  • Ludji Michael Riwu Kaho Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Kupang. Indonesia Author
  • Astin Elise Mau Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Kupang. Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69840/marsegu/3.2.2026.127-136

Keywords:

Community Forest, Community Participation, Forest Management Description

Abstract

Level of community participation in the stages of Community Forest (HKm) management, including planning, implementation, utilization, and evaluation/monitoring. This research was carried out in Lewohala Village, Ile Mandiri District, East Flores Regency, which is an area with an HKm program implemented through the Sinar Hala Farmers Group Association (Gapoktan). The results of study indicate that the participation of the Sinar Hala Community Forest Farmers Group Association was relatively low in the planning stage of Community Forestry (46.75%), and also low in the monitoring and evaluation stage (25%). This is attributed to the community's lack of awareness regarding the importance of forest management and the absence of strong group institutionalization.Conversely, community participation was found to be high in the implementation stage of Community Forestry (62.76%) and in the utilization stage (63.59%). This high participation is due to the community managing the HKm area by planting plantation, food, and horticultural crops, the yields of which are used for both consumption and sale. These findings suggest that community participation is significantly influenced by direct economic benefits and the importance of strengthening institutional capacity to support the sustainability of the HKm program. This research is expected to serve as evaluation material for the Forest Management Unit (KPH) and local government in enhancing the effectiveness of community-based forest management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Huraerah, Purwanto. 2006. Dinamika Kelompok: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama

Aminah, L. N. 2018. Analisis kelembagaan gapoktan di Kesatuan Pengelolaan Hutan IX Kota Agung Utara Kanupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Thesis. Lampung: Universitas Lampung. 86 hlm.

Kaskoyo, H., Mohammed, A. J. & Inoue, M. 2017. Impact of community forest

program in protection forest on livelihood outcomes: A case study of Lampung Province, Indonesia. Journal of Sustainable Forestry, 36(3), 250-263.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Nomor: P.83/Menlhk/Setjen/Kum. 1/10/2016. Tentang Perhutanan Sosial. Jakarta.

Markum, Budhy Setiawan, Rahmat Sabani. 2015. Hutan Kemasyarakatan: Sebuah Ikhtiar Mewujudkan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera. Mataram : RA Visindo.

Maryudi, A. 2016. Arahan tata hubungan kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Indonesia. Jurnal Ilmu Kehutanan, 10(1), 57-64.

Muis, H. 2020. Pengembangan Partisipasi Masyarakat dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL). (Kasus: di kelurahan Layana dan kelurahan Lambara Kecamatan Palu Timur). IPB: Bogor.

Mulyadi. 2016. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Program Gerakan Nasional.

Sagita, M. N., Akhbar, A., & Muis, H. 2019. Patisipasi Petani Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Di Desa Labuan Taposo Kecamatan Labuan Kabupateen Donggala. Jurnal Warta Rimba, 7 (2).

Sanjaya, R. 2016. Evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat.

Sanjaya, Rizki., Christine Wulandari., Susni Herawanti. 2017. Evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Sylva Lestari Vol. 5 No.2, April 2017 (30-42) .

Slamet. 1978. Kumpulan bahan bacaan penyuluh pertanian. IPB. Bogor

Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Waznah. 2006. Pengelolaan dan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Jurnal Lingkungan Hidup. Vol. 6 (1) 2.

Winata, N. G. A. W., Basuki, P., & Karismawan, P. 2015. Analisis Determinan Pendapatan Petani Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora, 1 (1).

Rochmayanto, Yanto. 2006. Analisis Partisipasi pada program Hutan Kemasyarakatan (Studi Kasus di Koto Panjang, Riau). Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, vol. 3, no. 3, pp. 175-189.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN: Studi Kasus Gabungan Kelompok Tani Sinar Hala, Desa Lewohala, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur. (2026). MARSEGU : Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(2), 127-136. https://doi.org/10.69840/marsegu/3.2.2026.127-136

Similar Articles

21-30 of 87

You may also start an advanced similarity search for this article.